Meniti Ombak Sejarah: Suntingan Kenangan untuk Profesor Susanto Zuhdi

By (author)Didik Pradjoko

Penulis: Didik Pradjoko, dkk.
Editor: Abdurakhman dan Linda Sunarti

Sinopsis

Apabila mencermati perkembangan historiografi Indonesia, terutama karya dua sejarawan utama, yaitu Sartono Kartodirdjo (1921-2007) dan Adrian Bernard Lapian (1929-2011), tampak bahwa masing-masing pakar mengambil fokus studi tertentu dari unsur “tanah” dan “air” dalam arti harfiahnya.

Kartodirdjo fokus pada kajian petani (unsur tanah) dan Lapian mengenai pelaut (air). Bila Kartodirdjo adalah guru Lapian, maka Lapian merupakan guru Susanto Zuhdi. Kartodirdjo pernah menjadi penguji disertasi murid Lapian yang pada 2023 genap memasuki usia pensiun sebagai guru besar (70 tahun) itu. Tak heran bila Zuhdi berupaya mengambil jalan tengah di antara dua sejarawan utama itu dengan merumuskan perspektif Tanah Air dalam sejarah Indonesia. Kendati tidak disebutkan secara eksplisit dalam disertasinya di bawah bimbingan Lapian (promotor) dan Taufik Abdullah (kopromotor), konsep Tanah Air sudah menjadi fokus studi Zuhdi. Ketika menjelaskan dinamika Kesultanan Buton, ia menempatkan aspek laut dan darat secara seimbang berdasarkan fakta geografis kesultanan yang berada di bagian tenggara Sulawesi tersebut, yang terdiri atas unsur daratan (tanah) dan lautan (air). Formasi pertahanan Buton tidak hanya dibuat untuk mengatasi masalah internalnya di darat melainkan juga ancaman yang datang kepadanya dari seberang lautan, terutama Ternate dari arah timur dan Makassar.

Compare

Rp215.000

Keterangan

Buku Baru

Editor

Abdurakhamn dan Linda Sunarti

ISBN

978-623-88189-1-4

Cetakan

Juli 2023

Dimensi

16 cm x 24 cm

Tebal

xvii + 648 hlm

Customer Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Meniti Ombak Sejarah: Suntingan Kenangan untuk Profesor Susanto Zuhdi”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *