Showing 49–54 of 54 results

  • Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri

    Penulis:

    Eko Rudi Sudarto, Hafizh Rasko Jadiyantara, Sulthan Ali Achmad Z., Briyan Costazolanitova, Galan Putra Indrayana, Muhammad Nabil, Muhammad Zuldi Nayaka, Sakti Ferdinand, M. Daffa Akhsani Taqwim, Muh Mahdi Heaveny Noviansyah, Yoga Prihandono, Yudha Dwi Anggara, Danny Feizal Ekananta, Kadek Dian Srirahayu, King Kenny V. Tombeng, M. Calvin Ramadhan, Dixxo Romadi Alfansyah Subing, Alvan Fauzan, Chandra Aulia Putra, Kevin Gananta Joshua, Indah Fitria Ranita, Muhammad Daffa Ghazi, Muhammad Kurniawan, Algy Ferlyando Seiranausa, Bara Satya Nagara, Fajar Hayyi Noviyanti, I Kadek Yogi Wiranatha Nugraha, Kurnia Asri Sejati, Muhammad Bintang Azhar, Adhibya Pramuditoh, Jonathan Lammarganda Pangidoan Nababan, Andriansyah Arthadana, Mahadea Bayu S., Nadhya Puti Lenggo G., Hendriko Silalahi, Muhammad Andi Fayet Sanusi, Listra Kogoya, Mukti Prabawa, Panji Wisnu Pamungkas, Kris Novi Handiyani, Satria Ramadhani Kusuma H., Surya Dwi Aji Gemilang, Tommy Subardi Putra, Toman Febriandi Sibuea, Alfiandi Hartono, Fadhila Anugrah Sakti, Firman Abit Prasetya, Roby Andri Ansyari, I Md Wisma Rahma, S.S.Tr.K, Wira Pratama.

    Editor:

    Sukarman Dj. Soemarno

     

    Sinopsis:

    Keberanian moral penting sebagai fondasi utama dalam transformasi Polri. Dala konteks birokrasi dan penegakan hukum, anggota Polri dituntut tidak hanya patuh secara administratif, tetapi juga mampu mengambil keputusan yang etis dan adil. Diskursus yang muncul terkait hal tersebut adalah dilema antara loyalitas organisasi dan integritas pribadi dan bagaimana keduanya harus diseimbangkan dalam praktik pemolisian.

    Selain itu, isu akuntabilitas menjadi tema sentral yang dibahas secara mendalam. Buku ini menguraikan pentingnya sistem pengawasan internal dan eksternal yang transparan serta independen untuk mencegah penyalahgunaan wewenang. Kepercayaan publik dipandang sebagai aset strategis yang hanya dapat dibangun melalui keterbukaa, evaluasi berbasis kinerja, serta keterlibatan masyarakat sipil dalam proses pengawasan.

    Di sisi lain, buku ini juga menyoroti peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam tubuh Polri. Dengan menanamkan nilai-nilai etika, profesionalisme, dan kepemimpinan berbasis nilai, diharapkan lahir sosok polisi masa depan yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki sensivitas moral dan komitmen terhadap keadilan sosial.

    Rp195.000
  • Transformasi Polri: Keselarasan Citra dan Realita

    Penulis:

    Eko Rudi Sudarto, Achmad Alfian Nurrochim, Arif Budi Aji, Briyan Costazolanitova, Dwita Pratama, Junia Rakhma Putri, Krisna Bayurendro, M Nur Bobby Putra Yusra, M. Hafizh Rasko Jadiyantara, Danny Feizal Ekananta, M. Syahrir Husain, Ojesa Wileta Panggabean, Rananda Satria Nugraha, Rizky Renandi Putra, Pasha Aditya Nugraha, Wisnu Imam Tyasha, Yudha Dwi Anggara, Abeg Guna Utama, Aditya Hardyanto, Bayu Aji Prabowo, Dani Kusuma Negara, Dimas Arbianto Ardinur, Kadek Dian Srirahayu, King Kenny V. Tombeng, Muhammad Calvin Ramadhan, Abid Naufal Zakiy, Bagus Maharta Prakoso, Dwi Rizki Febriana, Faradhila Lova A., Imam Ansyari Rambe, Muhammad Gastari, Muhammad Kurniawan, Arie Rahman Kurniawan, Achmad Ismail, Bagus Tabiin Sridarmojo, Deva Angesti P, yanita Shafira, Fajar Hayyi Noviyanti, Febri Fatahillah Ramadhan, I Kadek Yogi Wiranatha Nugraha, Nur Nisfi Ardiansari, Ananda Mustika Adya, Bayu Sila Pambudi, I Gusti Ngurah Utama, Andriansyah Arthadana, Faisal Khauf Aprislaristanto, Fauziatul Adfina, Jonathan Lammarganda Pangidoan Nababan, Lenina Olin, Alkuba Ariftu Arbianto, Bhakti Heriawan, Inthan Surya Ardana, Janiar Arsyaddillah Lintang, Kris Novi Handiyani, Naufalsyauqi Muhammad, Panji Wisnu Pamungkas, Mukti Prabawa, Abi Pratama, Alfi Nur Ikhsan, Muaz Primadyantara, Satria Ramadhani Kusuma H., Surya Dwi Aji Gemilang, Toman Febriandi Sibuea, Toriq Akbar, Adel Muhammad Gabriel Hudoyo, Deny Halim Syahputra, Muhammad Nufi, Roby Andri Ansyari, Alfiandi Hartono, Gede Wira Hendana Putra, Muhammad Nufi, Ryasa Rabbanie Tinumbang.

    Editor:

    Sukarman Dj. Soemarno

     

    Sinopsis:

    Transformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menjadi semakin penting dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya harapan masyarakat terhadap keamanan dan pelayanan publik. Transformasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari reformasi kelembagaan hingga penggunaan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Proses ini bertujuan untuk menciptakan lembaga kepolisian yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Ke semua aspek transformasi Polri tersebut tidak terlepas dari realita perubahan sosial, politik, dan teknologi yang memengaruhi pola kejahatan dan tugas kepolisian. Dalam buku ini disoroti tentang bagaimana adaptasi institusi Polri terhadap tuntutan zaman, termasuk penguatan profesionalisme, integritas, dan pendekatan humanis dalam penegakan hukum. Hal lain yang disinggung adalah tantangan keamanan yang kini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan semakin kompleks dan multidimensional.

    Selanjutnya, berbagai pendekatan strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik Polri juga ikut menjadi bahasan. Konsep community policing, keadilan restoratif, serta sinergi antara anggota Polri dan masyarakat menjadi fokus utama. Berbagai solusi inovatif yang menekankan pentingnya kepercayaan publik sebagai fondasi utama keberhasilan institusi kepolisian coba ikut ditawarkan. Terakhir, buku ini menyajikan refleksi masa depan Polri yang sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

    Rp235.000
  • Transformasi Polri: Narasi Menuju Realita

    Penulis:

    Eko Rudi Sudarto, Airlangga M A, Arif Budi Aji, Bagas Dwi Akbar, Dwita Pratama, Elga Elite Raga Satria, Masdar Auzan, M. Iqbal Herian, Ridho Aldwiko, Habib Hakanul, Ilham Gesta Rahman, Muhammad Hadi, Ojesa Wileta Panggabean, Rizky Revin Pradana, Pasha Aditya Nugraha, Sakti Ferdinand, Wisnu Imam Tasya, Achmad Nizar Akbar, Bayu Aji Prabowo, Dimas Arbianto Ardinur, Dixko Romadi Alfansyah Subing, Fauzan Maulana Harianto, Kadek Dian Srirahayu, Made Galih Artawiguna, Nadya Thamariska, Abid Naufal Zakiy, Arie Rahman Kurniawan, Bastiandhira, Chandra Aulia Putra, Elfike Reputri, Franto Akcheryan M, Imam Ansyari Rambe, Puspa Mayangsari, Adrian Vico Januar, Anggi Wahyu Romadhoni, Dia Wara Bimantara, Fahrul Sabri Sulthan, Maharrani Setyadevi H, Nur Nisfi Ardiansari, Rere Cika Ihza Pamesti, Yofan Pratama B, Ananda Mustika Adya, Dwi Kurnia Ardiyanto Nugroho, Faisal Khauf A, Fauziatul Adfina, Jonathan L.P Nababan, Muhammad Kasim Lating, I Gusti Ngurah Utama, Nadya Puti Lenggo G., Anditsma Toriko A., Indry Sampelan, Janiar Arsyaddillah Lintang, Kris Novi Handiyani, Listra Kogoya, Mukti Prabawa, Naufalsyauqi Muhammad, Panji Wisnu Pamungkas, Agustinus Ronald Tri Cahya Waine, Alifi Nur Ikhsan, Deka Oktaria Pertiwi, Hadyan Hawari, Muaz Primadyantara, Satria Ramadhani K. H, Surya Dwi Aji Gemilang, Tommy Subardi Putra, Deny Halim Syahputra, Firman Anit Prasetya, Florentinus Jati Pranowo Tegu, Gregorius Michael Patria Tama, I Made Wisma Rahma S, Muhammad Nufi, Nofiana Rahmy, Gede Adhi Arya Wiryanatha.

    Editor: 

    Sukarman Dj. Soemarno

     

    Sinopsis:

    Salah satu dimensi yang mendapat sorotan dari gagasan transformai Polri adalah adanya kesenjangan antara retorika atas narasi reformasi dan realitas di lapangan yang pada giliannya berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap Polri. Hal ini telah memancing perhatian mendalam dari para pemangku kepentingan Polri, mulai dari pimpinan Polri, akademisi, aktivis HAM, hingga mahasiswa, seraya mendiskusikan mengenai ketegasan arah transformasi Polri tersebut.

    Buku ini menjadi refleksi akademik atas pertanyaan mendasar: apakah transformasi Polri telah berjalan nyata atau masih sebatas wacana. Disadari bahwa transformasi Polri tidak cukup dilakukan melalui perubahan administratif, melainkan harus menyentuh aspek moral, sosial, dan kultural. Polri diposisikan bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pilar peradaban yang berperan dalam menjaga keseimbangan sosial dan melindungi masyarakat.

    Dengan demikian, harus ada perubahan mendasar dalam semua aspek itu agar mampu menjawab ekspektasi publik lewat pelaksanaanyang konsisten dan terukur dalam bentuk pelayanan yang adil, profesional, dan humanis.

    Rp210.000
  • Voluntary License vs Pembajakan Buku: Mengatasi Permasalahan Hak Ekonomi Pemegang Hak Cipta

    Penulis: Dr. Dewi Nadya Maharani, SH, MH; Editor: Sulistio

    Penulis membuat suatu formulasi baru dalam mengatasi pembajakan buku dengan menggunakan konsep Voluntary License. Konsep ini diharapkan Penulis bisa untuk menjadi solusi terbaik dalam menghadapi pembajakan buku pada masa mendatang. Karena pada hakikatnya, latar belakang dibuatnya buku ini adalah mengenai Hak Kekayaan Intelektual dalam hal ini diatur Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

    Namun dengan adanya peraturan Hak Kekayaan Intelektual tersebut nyatanya belum bisa menanggulangi pembajakan di Indonesia. Pemegang hak cipta dalam hal ini memiliki hak eksklusif yaitu hak moral dan hak ekonomi. Adanya pembajakan terhadap buku bisa menghilangkan hak ekonomi yang seharusnya di terima oleh pemegang hak cipta. Munculnya pembajakan buku tidak hanya berasal dari penjual namun juga dari sisi konsumen.

    Karena keadaan tersebut maka dibutuhkan pembaruan hukum pada undang-undang yang berkaitan dengan tiga pokok permasalahan, yaitu membatasi penggunaan penjualan buku secara digital dan juga pembajakan buku yang terjadi di masyarakat, karena pembajakan buku tidak memberikan hak ekonomi pemegang hak cipta dan hanya sebatas memenuhi ekonomi para penjual.

    Adanya konsumen atau masyarakat akan selalu memunculkan pasar dari pembajakan itu sendiri. Untuk itu masyarakat juga perlu menyadari dan membatasi diri untuk tidak membeli buku bajakan. Pada sisi lain, dari segi hukum mengenai hak ekonomi ini juga perlu lebih dilindungi dengan solusi baru untuk mengurangi kerugian dari pembajakan buku.

    Rp125.000